sekretariat

DPR Keerom - Detail Berita

Halaman Utama

DPR Kabupaten Keerom
Berita

Kawal Amanat Otsus: Setwan Jayawijaya-Keerom Duduk Bersama Bedah Regulasi Anggota DPR Jalur Khusus

03 Juni 2026 | Admin | Dilihat 64 kali

KEEROM – Langkah penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan legislatif di tanah Papua kembali bergulir. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Jayawijaya menggelar kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Sekretariat DPR Kabupaten (DPRK) Keerom pada Rabu, 3 Juni 2026. Pertemuan krusial yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat DPR Keerom ini berfokus pada pembahasan mekanisme dan tata cara pengangkatan anggota DPR melalui jalur pengangkatan khusus (jalur otonomi khusus).

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 13.00 WIT hingga 15.00 WIT tersebut berjalan dinamis dan penuh dengan ruang diskusi interaktif. Delegasi dari Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 5 orang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Setwan Jayawijaya Bapak Roby Steven Rumbiak dan Ibu Kasubag Kerjasama dan aspirasi  Ibu Irma Rosmana beserta Kasubag Pengawasan Alpius Elopere dan Silas Hoby staf fasilitasi. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd Gani, yang didampingi oleh Kabag Fasilitasi Setwan Keerom, Moses Kurni, serta sejumlah staf terkait.

Fokus utama dari agenda koordinasi ini adalah membedah secara tuntas mekanisme, regulasi, dan tata cara teknis terkait proses pengangkatan anggota DPR melalui jalur pengangkatan khusus. Jalur ini merupakan amanat regulasi bagi keterwakilan masyarakat adat/lokal di lembaga legislatif tingkat kabupaten/kota di tanah Papua. Kedua belah pihak saling berbagi perspektif, kendala administratif, serta solusi taktis demi memastikan proses pengangkatan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai hukum yang berlaku.

Pertemuan lintas kabupaten ini mempertemukan para pemangku kebijakan teknis dari dua sekretariat dewan, yaitu:

  • Pihak Sekretariat DPRK Jayawijaya: Dihadiri oleh 5 orang delegasi, yang terdiri dari Kabag Fasilitasi Setwan Jayawijaya beserta staf ahli dan fasilitasi DPR Jayawijaya.
  • Pihak Sekretariat DPRK Keerom: Diterima langsung oleh Plt. Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd Gani, Kabag Fasilitasi Keerom Moses Kurni,  dan jajaran staf Sekretariat DPR Keerom.

Pertemuan formal ini diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretariat DPR Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena Keerom dianggap memiliki kesiapan dokumen teknis dan pengalaman manajerial yang relevan untuk dijadikan komparasi studi bagi Jayawijaya.

Koordinasi intensif ini dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, dimulai tepat pukul 13.00 WIT hingga 15.00 WIT. Waktu dua jam tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memaparkan materi, melakukan sesi tanya jawab, hingga merumuskan kesimpulan bersama.

Pengangkatan anggota DPR melalui jalur khusus memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari verifikasi berkas keterwakilan adat, penyelarasan regulasi daerah, hingga proses pelantikan. Sekretariat DPRK Jayawijaya memandang perlu untuk melakukan sinkronisasi data dan studi komparatif ke Keerom guna meminimalisir potensi sengketa hukum atau administratif di kemudian hari. Langkah preventif ini krusial agar hak-hak keterwakilan masyarakat adat dapat terakomodasi dengan mulus tanpa hambatan birokrasi.

Rapat koordinasi ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd Gani. Dalam sambutan pembukanya, beliau mengapresiasi inisiatif dari Setwan Jayawijaya dan menegaskan pentingnya kolaborasi antar-sekretariat dewan di Papua demi menyukseskan agenda-agenda politik daerah.

"Kita berada di era di mana sinergi adalah kunci. Pengangkatan anggota DPR jalur khusus bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan jembatan aspirasi masyarakat adat. Oleh karena itu, kesiapan administrasi dari sekretariat dewan harus benar-benar matang," ujar Moh. Nur Abd Gani di hadapan para peserta rapat.

Setelah pembukaan, suasana rapat berlanjut ke sesi pemaparan materi oleh Kabag Fasilitasi Setwan Keerom, Moses Kurni, SE. Ia menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan yang diterapkan di Keerom, mulai dari pembentukan panitia pemilihan (panpil), koordinasi dengan MRP (Majelis Rakyat Papua), hingga proses verifikasi faktual calon anggota legislatif pengangkatan khusus.

Pihak Jayawijaya merespons aktif dengan melontarkan berbagai pertanyaan teknis mengenai mitigasi kendala di lapangan, seperti penyelesaian sengketa internal adat saat pencalonan. Diskusi berjalan dua arah dan menghasilkan beberapa poin rekomendasi bersama terkait standarisasi berkas administrasi.

Kunjungan kerja yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan foto bersama dan pertukaran plakat sebagai simbol kemitraan yang kuat antara Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Keerom.

Dengan terlaksananya koordinasi ini, Sekretariat DPRK Jayawijaya kepulangan membawa skema matang dan pemahaman regulasi yang lebih komprehensif. Diharapkan, proses pengangkatan anggota DPR jalur khusus di Jayawijaya ke depan dapat berjalan lancar, tertib, dan mampu melahirkan wakil-wakil rakyat yang berintegritas demi kemajuan pembangunan di bumi Cenderawasih.

 

Berikan Komentar

Document