sekretariat

DPR Keerom - Detail Berita

Halaman Utama

DPR Kabupaten Keerom
Berita

PERINGATI HUT KABUPATEN KEEROM YANG KE 23 TAHUN 2026

13 April 2026 | Akshar Syam

Peringati Puncak HUT Ke 23 Kabupaten Keerom Tahun 2026


Dua Dekade Lebih Mengabdi: Gemuruh Syukur dan Tekad "Takut Akan Tuhan Keerom Hebat" di Tapal Batas Timur Indonesia

KEEROM – Matahari pagi di ufuk timur Papua menyinari Distrik Arso Timur dengan kehangatan yang berbeda pada Minggu, 12 April 2026. Ribuan pasang mata tertuju pada satu titik pusat perayaan: Kantor Distrik Arso Timur. Di sanalah, sejarah baru digoreskan saat Kabupaten Keerom merayakan Puncak Acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 dengan khidmat, meriah, dan penuh makna.

Perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni rutin. Di bawah sorotan tema besar “Takut Akan Tuhan Membawa Keerom yang Hebat,” seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah bersatu padu merefleksikan perjalanan panjang kabupaten yang dikenal sebagai pusat agraris di beranda terdepan NKRI ini.

Acara ini dihadiri langsung oleh pimpinan legislatif tertinggi Kabupaten Keerom. Tampak hadir Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, didampingi oleh Wakil Ketua III DPRK, Yacobus J. Mikawa, serta seluruh jajaran Anggota DPRK Keerom. Kehadiran lengkap para wakil rakyat ini menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Hari ini kita berdiri di atas tanah Arso Timur, bukan hanya untuk berpesta, tetapi untuk mengingat kembali mandat rakyat yang telah kita emban selama 23 tahun terakhir,” ujar Kanisius Kango di sela-sela acara.


Rangkaian Acara: Dari Liturgi hingga Tradisi

Peringatan HUT ke-23 ini dirancang dengan sangat apik, memadukan unsur religius, laporan administratif, hingga pelestarian budaya lokal.

1. Spiritualitas dalam Misa Syukur

Sesuai dengan tema yang diusung, acara dimulai dengan Misa Syukur. Suasana hening dan sakral menyelimuti pelataran kantor distrik saat doa-doa dipanjatkan. Misa ini menjadi fondasi spiritual, mengingatkan seluruh masyarakat bahwa kemajuan fisik pembangunan harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman. Masyarakat diajak untuk menyadari bahwa kemajuan Keerom menuju masa depan yang "Hebat" hanya dapat dicapai jika landasan moral dan ketakutan akan Tuhan tetap terjaga.

2. Kilas Balik: Selayang Pandang Kabupaten Keerom

Setelah laporan panitia dibacakan, suasana haru sekaligus bangga menyelimuti hadirin saat sesi Selayang Pandang Kabupaten Keerom diputar. Melalui narasi visual, audiens diingatkan kembali pada masa-masa awal pembentukan kabupaten, tantangan geografis yang dihadapi, hingga transformasi signifikan di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan yang telah dicapai dalam dua dekade terakhir.

3. Inovasi dan Kepedulian: Launching serta Penyerahan Bantuan

Pemerintah Kabupaten tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan. Dalam kesempatan ini, dilakukan sesi Pemberian Bantuan dan Launching program-program strategis. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian ekstra dalam pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial.


Semarak Lomba dan Pengumuman Pemenang

Keceriaan memuncak saat panitia mengumumkan hasil berbagai lomba yang telah diselenggarakan dalam rangkaian HUT Keerom. Dari lomba olahraga hingga kesenian, talenta-talenta lokal Keerom diberikan panggung dan apresiasi. Pemberian hadiah menjadi momen yang paling dinantikan oleh generasi muda, menunjukkan bahwa Kabupaten Keerom adalah gudang kreativitas yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Sambutan Utama: Visi "Keerom Hebat"

Dalam sambutannya, Kanisius Kango menekankan pentingnya tema tahun ini. Beliau menegaskan bahwa "Takut Akan Tuhan" bukanlah sekadar slogan, melainkan pedoman etika dalam bekerja bagi seluruh ASN, anggota dewan, dan masyarakat.

"Keerom yang Hebat adalah Keerom yang jujur dalam melayani, gigih dalam membangun, dan tulus dalam mencintai sesama. Jika kita memiliki rasa takut akan Tuhan, maka tidak akan ada penyalahgunaan wewenang, dan kesejahteraan rakyat akan menjadi prioritas utama," tegas Kanisius yang disambut tepuk tangan meriah.


Puncak Budaya: Tradisi "Putar Papeda"

Salah satu momen paling unik dan menarik perhatian pembaca serta tamu undangan adalah prosesi Putar Papeda. Sebagai kuliner identitas Papua, aktivitas memutar papeda secara massal ini melambangkan kekompakan dan persatuan.

Warga dan pejabat berbaur tanpa sekat di meja panjang. Benang-benang sagu yang diputar dengan gata-gata (kayu penjepit) menjadi simbol bahwa untuk menciptakan harmoni yang manis dan kuat, diperlukan kerjasama dan ritme yang sama. Inilah inti dari masyarakat Keerom yang heterogen namun tetap satu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Ramah Tamah dan Penutup yang Hangat

Acara diakhiri dengan sesi Ramah Tamah, di mana pimpinan daerah berdialog langsung dengan masyarakat Distrik Arso Timur. Tidak ada jarak antara Ketua DPRK dan rakyatnya; semua duduk bersama menikmati hidangan lokal, berdiskusi mengenai harapan-harapan untuk tahun-tahun mendatang.

Seiring dengan ditutupnya acara secara resmi, semangat baru terasa menjalar di Arso Timur. Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Keerom tahun 2026 ini bukan sekadar akhir dari sebuah rangkaian acara, melainkan titik start bagi pembangunan yang lebih akseleratif.


Refleksi 23 Tahun: Menatap Masa Depan

Kabupaten Keerom kini telah dewasa. Di usia ke-23, tantangan global dan digitalisasi menanti di depan mata. Namun, dengan kepemimpinan yang solid dari DPRK yang dipimpin oleh Kanisius Kango dan Yacobus J. Mikawa, serta sinergi dengan pemerintah daerah, optimisme itu nyata adanya.

Arso Timur, yang hari ini menjadi saksi bisu kemeriahan HUT Keerom, akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan martabat bangsa. Dengan semangat "Takut Akan Tuhan", jalan menuju Keerom yang Hebat kini terbentang luas di depan mata.

Dirgahayu Kabupaten Keerom ke-23! Tuhan Memberkati Tanah Keerom.


Berikan Komentar

Document