Halaman Utama
DPR Kabupaten Keerom
Kawal Amanat Otsus: Setwan Jayawijaya-Keerom Duduk Bersama Bedah Regulasi Anggota DPR Jalur Khusus
03 Juni 2026 | Admin | Dilihat 65 kali
KEEROM – Langkah penting
dalam memperkuat tata kelola kelembagaan legislatif di tanah Papua kembali
bergulir. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK)
Jayawijaya menggelar kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Sekretariat DPR
Kabupaten (DPRK) Keerom pada Rabu, 3 Juni 2026. Pertemuan krusial yang
berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat DPR Keerom ini berfokus pada pembahasan
mekanisme dan tata cara pengangkatan anggota DPR melalui jalur pengangkatan
khusus (jalur otonomi khusus).
Pertemuan yang berlangsung dari
pukul 13.00 WIT hingga 15.00 WIT tersebut berjalan dinamis dan penuh dengan
ruang diskusi interaktif. Delegasi dari Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 5
orang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Fasilitasi Penganggaran dan
Pengawasan Setwan Jayawijaya Bapak Roby Steven Rumbiak dan Ibu Kasubag
Kerjasama dan aspirasi Ibu Irma Rosmana beserta
Kasubag Pengawasan Alpius Elopere dan Silas Hoby staf fasilitasi. Kehadiran
mereka disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd
Gani, yang didampingi oleh Kabag Fasilitasi Setwan Keerom, Moses Kurni, serta
sejumlah staf terkait.
Fokus utama dari agenda
koordinasi ini adalah membedah secara tuntas mekanisme, regulasi, dan tata
cara teknis terkait proses pengangkatan anggota DPR melalui jalur pengangkatan
khusus. Jalur ini merupakan amanat regulasi bagi keterwakilan masyarakat
adat/lokal di lembaga legislatif tingkat kabupaten/kota di tanah Papua. Kedua
belah pihak saling berbagi perspektif, kendala administratif, serta solusi
taktis demi memastikan proses pengangkatan berjalan transparan, akuntabel, dan
sesuai hukum yang berlaku.
Pertemuan lintas kabupaten ini
mempertemukan para pemangku kebijakan teknis dari dua sekretariat dewan, yaitu:
- Pihak Sekretariat DPRK Jayawijaya: Dihadiri
oleh 5 orang delegasi, yang terdiri dari Kabag Fasilitasi Setwan
Jayawijaya beserta staf ahli dan fasilitasi DPR Jayawijaya.
- Pihak Sekretariat DPRK Keerom: Diterima
langsung oleh Plt. Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd Gani, Kabag Fasilitasi
Keerom Moses Kurni, dan jajaran
staf Sekretariat DPR Keerom.
Pertemuan formal ini
diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretariat DPR Kabupaten Keerom,
Provinsi Papua. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena Keerom dianggap
memiliki kesiapan dokumen teknis dan pengalaman manajerial yang relevan untuk
dijadikan komparasi studi bagi Jayawijaya.
Koordinasi intensif ini
dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, dimulai tepat pukul 13.00 WIT
hingga 15.00 WIT. Waktu dua jam tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk
memaparkan materi, melakukan sesi tanya jawab, hingga merumuskan kesimpulan
bersama.
Pengangkatan anggota DPR melalui
jalur khusus memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari verifikasi berkas
keterwakilan adat, penyelarasan regulasi daerah, hingga proses pelantikan.
Sekretariat DPRK Jayawijaya memandang perlu untuk melakukan sinkronisasi
data dan studi komparatif ke Keerom guna meminimalisir potensi sengketa hukum
atau administratif di kemudian hari. Langkah preventif ini krusial agar
hak-hak keterwakilan masyarakat adat dapat terakomodasi dengan mulus tanpa
hambatan birokrasi.
Rapat koordinasi ini dibuka
secara resmi oleh Plt. Sekwan Keerom, Moh. Nur Abd Gani. Dalam sambutan
pembukanya, beliau mengapresiasi inisiatif dari Setwan Jayawijaya dan
menegaskan pentingnya kolaborasi antar-sekretariat dewan di Papua demi
menyukseskan agenda-agenda politik daerah.
"Kita berada di era di mana
sinergi adalah kunci. Pengangkatan anggota DPR jalur khusus bukan sekadar
pemenuhan kuota, melainkan jembatan aspirasi masyarakat adat. Oleh karena itu,
kesiapan administrasi dari sekretariat dewan harus benar-benar matang,"
ujar Moh. Nur Abd Gani di hadapan para peserta rapat.
Setelah pembukaan, suasana rapat
berlanjut ke sesi pemaparan materi oleh Kabag Fasilitasi Setwan Keerom, Moses
Kurni, SE. Ia menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan yang diterapkan di
Keerom, mulai dari pembentukan panitia pemilihan (panpil), koordinasi dengan
MRP (Majelis Rakyat Papua), hingga proses verifikasi faktual calon anggota
legislatif pengangkatan khusus.
Pihak Jayawijaya merespons aktif
dengan melontarkan berbagai pertanyaan teknis mengenai mitigasi kendala di
lapangan, seperti penyelesaian sengketa internal adat saat pencalonan. Diskusi
berjalan dua arah dan menghasilkan beberapa poin rekomendasi bersama terkait
standarisasi berkas administrasi.
Kunjungan kerja yang berlangsung
selama dua jam ini ditutup dengan foto bersama dan pertukaran plakat sebagai
simbol kemitraan yang kuat antara Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Keerom.
Dengan terlaksananya koordinasi
ini, Sekretariat DPRK Jayawijaya kepulangan membawa skema matang dan pemahaman
regulasi yang lebih komprehensif. Diharapkan, proses pengangkatan anggota DPR
jalur khusus di Jayawijaya ke depan dapat berjalan lancar, tertib, dan mampu
melahirkan wakil-wakil rakyat yang berintegritas demi kemajuan pembangunan di
bumi Cenderawasih.
Berikan Komentar